Showing posts with label gunung tambora. Show all posts
Showing posts with label gunung tambora. Show all posts

Tuesday, February 19, 2013

NTB Siapkan Peringatan Dua Abad Gunung Tambora


Ahli kegunungapian dan geologi dunia akan diundang di peringatan akbar


VIVAnews -- Provinsi Nusa Tengara Barat menyiapkan pesta perayaan dua abad meletusnya Gunung Tambora pada 2015 mendatang. Persiapan perayaan dua abad letusan Gunung Tambora itu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Nusa Tenggara Barat. 

Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi di Mataram mengatakan peringatan dua abad letusan Gunung Tambora itu merupakan bagian dari sejarah yang penting bagi kemanusiaan juga bagi dunia. “Kalau 2012 ini menjadi puncak pariwisata NTB dengan program Visit Lombok Sumbawa 2012, maka kami akan menyiapkan perayaan dua abad meletusnya Gunung Tambora pada 2015 mendatang,” kata Zainul Majdi saat meresmikan Santika Hotel di Mataram Senin 1 Oktober 2012.

Sunday, February 10, 2013

kesaksian gunung tambora mengguncang dunia ( video)

berikut cuplikan dari dahsyatnya gunung tambora yang mengguncang dunia selama 1 tahun lamanya.
Perubahan iklim dunia ketika gn tambora meletus

Oleh Ahmad Arif, Indira Permanasari, Amir Sodikin ( sumber )
KOMPAS — Letusan Gunung Merapi pada tahun 2010 lalu melontarkan 140 juta meter kubik material vulkanik, menimbulkan sedemikian besar kekacauan. Banjir lahar akibat timbunan materialnya saat letusan masih mengancam hingga kini, bahkan diprediksi terus menjadi ancaman hingga 10 tahun mendatang.
Letusan Merapi ini merupakan yang terbesar selama 100 tahun terakhir. Akan tetapi, letusan itu terlampau kecil dibandingkan dengan letusan Tambora pada April 1815.

Ledakan yang mengguncang dunia, Gunung Tambora


Gunung Tambora (atau Tomboro) adalah sebuah stratovolcano aktif yang terletak di pulau SumbawaIndonesia. Gunung ini terletak di duakabupaten, yaitu Kabupaten Dompu (sebagian kaki sisi selatan sampai barat laut, dan Kabupaten Bima (bagian lereng sisi selatan hingga barat laut, dan kaki hingga puncak sisi timur hingga utara), Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya pada 8°15' LS dan 118° BT. Gunung ini terletak baik di sisi utara dan selatan kerak oseanik. Tambora terbentuk oleh zona subduksi di bawahnya. Hal ini meningkatkan ketinggian Tambora sampai 4.300 m[2] yang membuat gunung ini pernah menjadi salah satu puncak tertinggi di Nusantara dan mengeringkan dapur magma besar di dalam gunung ini. Perlu waktu seabad untuk mengisi kembali dapur magma tersebut.
Aktivitas vulkanik gunung berapi ini mencapai puncaknya pada bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index.[3] Letusan tersebut menjadi letusan tebesar sejak letusan danau Taupo pada tahun 181.[4] Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu vulkanik jatuh di KalimantanSulawesiJawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000—12.000 di antaranya terbunuh secara langsung akibat dari letusan tersebut.[4]Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92.000 orang terbunuh, tetapi angka ini diragukan karena berdasarkan atas perkiraan yang terlalu tinggi.[5] Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia. Satu tahun berikutnya (1816) sering disebut sebagaiTahun tanpa musim panas karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan Tambora ini. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara yang menyebabkan terjadinyakelaparan terburuk pada abad ke-19.[4]
Selama penggalian arkeologi tahun 2004, tim arkeolog menemukan sisa kebudayaan yang terkubur oleh letusan tahun 1815 di kedalaman 3 meter pada endapan piroklastik.[6] Artifak-artifak tersebut ditemukan pada posisi yang sama ketika terjadi letusan pada tahun 1815. Karena ciri-ciri yang serupa inilah, temuan tersebut sering disebut sebagai Pompeii dari timur.

Para Sahabat